Dalam dunia usaha, setiap perusahaan selalu berupaya untuk mendapatkan keberhasilan, keuntungan (profit), serta memperluas jangkauan jaringan (network). Perusahaan akan terus berinovasi dan mengukur sejauh mana langkah yang diambil agar bisa bersaing untuk mendapatkan atensi dari customernya. Saat ini melihat perkembangan demand pasar yang meningkat, perusahaan akan terus mengoptimalkan proses produksinya. Agar demand yang sudah banyak tidak berpotensi menjadi loss sale. Salah satu upaya yang perlu diambil perusahaan adalah melakukan managemen persediaan material perusahaan (bahan baku, bahan setengah jadi, dan barang jadi). Untuk menciptakan persediaan yang akurat sesuai dengan permintaan pasar, maka diperlukan space penyimpanan material perusahaan. Tentunya ini berkaitan sekali dengan warehouse. Pada artikel ini akan mengulas sedikit konsep warehouse dan klasifikasinya. Simak penjelasan berikut!

Nah setelah mengetahui konsep dasar pengenalan warehouse dan pentingnya warehouse bagi perusahaan. Selanjutnya akan diulas beberapa klasifikasi gudang. Simak ulasan berikut ya!

  1. Raw Materials Warehouse.
    Sesuai dengan namanya, gudang ini berperan sebagai tempat penyimpanan bahan baku. Biasanya letak gudang bahan baku akan berdekatan dengan bagian produksi agar lebih mengefisiensikan transportasinya. Penerapan raw material warehouse ini hampir di semua industri. membutuhkan. Contohnya dalam industri manufaktur makanan mie instan. Gudang bagian ini akan menyimpan bahan baku mulai dari tepung terigu, tepung tapioka, bahan seasoning, dan sebagainya.

  2. Work in Prosess Warehose (WIP).
    Gudang jenis ini berfungsi untuk tempat penyimpanan bahan baku yang telah diolah menjadi setengah jadi. Gudang jenis ini menjadi tempat tunggu barang untuk selanjutnya didistribusikan ke stasiun selanjutnya. Contoh kegiatan pada work in prosess warehose antara lain: penempelan label, pengemasan ulang, pengecekan jumlah barang, dan sebagainya.

  3. Finished Good Warehouse.
    Gudang jenis ini memiliki fungsi untuk menyimpan barang yang sudah selesai produksi atau produk jadi.

  4. Consolidation Transit Warehouse.
    Gudang yang berperan sebagai perantara atau akrab dikenal dengan gudang transit. Gudang ini digunakan untuk menerima barang dari berbagai asal, lalu proses penggabungan diteruskan pada konsumen.

  5. Sortation Center.
    Gudang yang berperan dalam penyimpanan dan pemisahan produk berdasarkan rute distribusinya untuk kemudian didistribusikan ke customer.

  6. Fulfilment Center.
    Gudang yang berperan dalam pemenuhan stok di stasiun selanjutnya.

  7. Reverse Logistic Center.
    Gudang yang berperan sebagai pusat pengembalian barang yang disebabkan oleh rusaknya produk.

  8. Public sector warehouse.
    Gudang yang digunakan untuk umum atau publik dengan sistem yang digunakan adalah sistem sewa gudang.

Demikian gambaran singkat pemahaman tentang apa itu konsep warehouse dan klasifikasinya. Semoga bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan tentang operasional yang ada pada pengelolaan Gudang.

Untuk informasi lebih lanjut terkait teknologi yang bisa mengoptimalkan sistem warehouse silahkan kunjungi website kami atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan kami. Terima kasih

    This placeholder prevents its parent from disappearing when emptied

    Latest Posts