Mengelola Stok Produk dengan FIFO

Kontrol Inventori Produk

    Salah satu elemen vital dari managemen gudang adalah penentuan nilai persediaan barang dagang. Dengan menentukan nilai persediaan barang maka pelaku bisnis dapat mengetahui jumlah pasti persediaan barang dan harga pokok penjualan dalam periode tertentu. Persediaan barang merupakan semua barang dagangan yang dibeli untuk kemudian disimpan dan selanjutnya dijual kembali dalam operasi bisnis perusahaan.

Odoo • Text and Image

    Didalam akutansi, penilaian persediaan barang terdapat banyak sekali metode yang bisa digunakan oleh perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan dituntut untuk menganalisis metode penilaian persediaan barang yang paling sesuai dengan karakter bisnis dan kebutuhan perusahaan. Berikut ini beberapa metode populer yang biasanya digunakan oleh pelaku bisnis antara lain: First in First out (FIFO), Last in First out (LIFO), dan metode Average Cost.

Sebelum dilakukan penilaian persediaan barang, petugas diharapkan menginventarisasi setiap transaksi yang masuk maupun keluar melalui kartu stok yang telah disediakan dan disertakan bukti penyerta. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan dalam perhitungan persediaan barang dagang yang akan berakibat pada kerugian perusahan. Misalnya untuk barang yang masuk gudang, diperlukan bukti contohnya bukti pembelian barang, surat pengantar barang dari supplier, dan bukti retur penjualan. Sedangkan bukti untuk transaksi keluarnya barang antara lain: bukti penjualan, surat pengantar pengiriman barang ke customer, dan bukti retur pembelian.

    FIRST IN FIRST OUT (FIFO). Arti dari singkatan FIFO adalah masuk pertama, keluar pertama. Sesuai dengan arti namanya, pada metode ini barang yang pertama kali masuk digudang  akan digunakan atau dijual terlebih dahulu. Sehingga barang yang terakhir kali masuk akan dijual atau digunakan dikemudian hari. Metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan oleh beberapa perusahaan yang memiliki produk dengan masa pemakaian produk (kadaluarsa) seperti makanan, minuman, obat, dan sebagainya. Hal ini akan dapat meminimalisir kerugian perusahaan yang disebabkan produk rusak atau melebihi batas pemakaian. Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode ini adalah tanggal barang diterima dan harga per unitnya. Penentuan nilai persediaan akhir dilaporan keuangan dengan cara menghitung jumlah barang yang masih tersedia sesuai dengan harga per unit barang. Untuk memudahkan dalam memahami penerapan konsep metode FIFO dalam penilaian persediaan, simak contoh berikut!

Jika dari transaksi diatas dihitung nilai persediaanya maka berikut adalah penulisan setiap transaksi yang terjadi di kartu stok.

    Dari contoh diatas sudah faham ya terkait penerapan konsep penilaian persediaan barang menggunakan metode FIFO. 

    Perhitungan Nilai Persediaan Membutuhkan Tingkat Ketelitian yang Tinggi. Seperti contoh diatas, jika kita melakukan kesalahan sedikit seperti ketidaktelitian, salah mencatat transaksi dan sebagainya maka akan berdampak sekali pada perhitungan nilai persediaan. Dan bahkan bisa menambah kerugian perusahaan. 

    Teknologi ERP Akan Membantu Anda dalam Mempermudah Perhitungan Persediaan. Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai teknologi terkini yang akan membantu Anda dalam menginventarisasi dan mengelola setiap transaksi yang terjadi baik menggunakan metode FIFO, LIFO dan Average Cost. Pastinya akurasinya sangat tinggi.

This placeholder prevents its parent from disappearing when emptied

Latest Posts